Oleh: elanvital2009 | Maret 18, 2009

INFO MINGGU INI

bannerinfomingguiniklik

MOTIVASI:

Memanfaatkan Waktu Secara Optimal

ORANG yang beruntung sebenarnya adalah orang yang bisa memanfaatkan waktunya secara optimal. Dia punya jadwal kerja yang bisa dipertanggungjawabkan. Punya jadwal kegiatan yang pasti dan bermanfaat. Punya rencana positif untuk esok hari. Dan ada kejelasan bagi hidup dan kehidupannya di masa yang akan datang.

Tak jarang kita melihat orang yang menyianyiakan waktu. Padahal selama 24 jam kita menggunakan waktu untuk tidur normal delapan jam. Berarti sisa 16 jam. Lantas sisa ini kita gunakan untuk bekerja, berdoa, mendidik anak-anak dan kegiatan lain yang positif. Namun sebenarnya banyak orang yang membuang-buang waktunya. Di kantor tidak ada pekerjaan, lantas ngrumpi atau kirim-kiriman SMS yang tidak ada nilai positifnya.

Tak ada salahnya mengisi waktu senggang dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Jangan Cuma buku agama saja karena bisa membuat cara pikir kita seperti katak di dalam tempurung.

Hidup ini harus bermakna. Caranya yaitu dengan menghargai dan mengoptimakan waktu. Ibarat menyusun pasir. Sedetik satu butir, maka sehari sudah menjadi sebuah gunung-gunungan kecil tempat bermain anak-anak kecil.

Sesungguhnya kita harus jujur bahwa pengetahuan kita ini masih sangat sedikit dan terbatas. Oleh karena itu bertanya kepada orang yang lebih mengerti adalah suatu kewajiban. Dan memberitahukan kepada orang yang tidak mengerti juga merupakan hal yang sama-sama perlu.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar perdebatan yang tak seimbang. Misalnya Si A mengatakan bahwa sikap golput itu bukan warganegara yang baik. Padahal tidak ada undang-undang yang mengatakan demikian. Bahkan mereka yang golput juga taat membayar pajak, mematuhi peraturan lalu lintas dan rajin shalat. Maka sikap mengatakan golput bukan warganegara yang tidak baik merupakan menyianyiakan waktu yang tanpa hasil.

Barangkali salah satu kelemahan bangsa kita yaitu, tidak mau menggunakan waktunya untuk berpikir benar. Berpikir serius. Berpikir yang optimal. Berpikir yang nyata. Berpikir karena mencari tahu. Misalnya ketika Si A mengemukakan gagasannya ke seorang dokter bahwa sesungguhnya Indonesia bisa mandiri tanpa utang ke luar negeri. Maka tanpa pikir panjang dokter itu mengatakan bahwa gagasan itu tidak realistis. Sebuah pendapat yang sangat keliru dan apriori karena dokter itu belum memahami detail gagasan itu. Jadi, ini juga merupakan sebuah pemborosan waktu. Seharusnya dokter itu meminta detail gagasan Si A dan kemudian mengeluarkan pendapat.

Cara memanfaatkan waktu secara optimal yaitu mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Termasuk juga bertanya tentang hal-hal yang kita belum faham kepada orang lain, terutama yang kompeten.

Ketika Si A menulis artikel bahwa SBY sebenarnya gagal, maka tanpa tahu detailnya, langsung Si B memberi reaksi bahwa pernyataan itu tidak benar. Seharusnya  Si B memanfaatkan waktunya untuk mendengarkan argumentasi Si A secara cermat dan objektif dan tidak langsung bersikap apriori. Sesungguhnya sikap apriori banyak dimiliki orang Indonesia, walaupun sudah bergelar S-1,S-2 atau S-3 sekalipun.

Memanfaatkan waktu secara optimal tidak hanya di dalam bentuk pekerjaan fisik saja. Tetapi kita juga harus mengasah otak kita dengan cara menambah ilmu, baik dari buku, internet atau melalui sebuah diskusi tanpa diwarnai prasangka-prasangka yang sifatnya apriori. Misalnya, kalau ada yang mengatakan angka kemiskinan di Indonesia masih tinggi menurut standar internasional, maka kita harus setujui meskipun presiden yang kita cintai mengatakan angka kemiskinan kita rendah.

Jadi, jika ada orang berpendapat, baik lisan atau tulisan, maka tanyakan argumentasinya. Cara ini menunjukkan bahwa Anda mampu mengoptimal waktu secara benar. Tidak asal komentar.Tidak asal ngomong. Tidak asal menulis. Semua harus ada penalaran, objektif dan optimal. Tiap detik harus bermakna.

HARIYANTO IMADHA

E-mail:indodata@yahoo.com

MOTIVASI:

Manfaatkan Kelebihan Anda

KALAU mau jujur, sebenarnya tiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Lantas pertanyaannya, kenapa banyak orang tidak mau memanfaatkan kelebihannya? Padahal, jika kelebihan itu dikelola dengan baik, bisa mendatangkan hasil yang baik. Bahkan bisa menghasilkan uang.

Misalnya, Si A punya bakat menggambar. Tetapi dia tidak mau memanfaatkannya. Dia pilih wiraswasta yang sebenarnya bukan bakatnya. Akibatnya dia sering bangkrut.

Ketika bangkrut itulah Si A ingat akan kelebihannya. maka diapun segera membeli kanvas dan cat untuk melukis. Dia mulai mengembangkan bakatnya. Tidak hanya itu, dia juga belajar membuat animasi menggunakan software. Mulai dari animasi biasa hingga animasi 3D. Karena Si A berbakat, maka dalam waktu singfkat dia berkembang pesat.

Dia membuat lukisan-lukisan di kanvas dengan tata warna yang menarik. Dia membuat komik. Dia membuat iklan animasi di internet dan dikomersilkan. Kemudian dia membuat studio atau ruang kerja yang menarik di rumahnya.

Tidak hanya itu, diapun kursus fiberglass. Dia membuat desain mebel yang unik dan menarik. Tetangganyapun mulai banyak yang memesan mebel dengan desain-desain unik yang tidak dijual di toko. Bahkan, dia dibantu oleh beberapa orang karyawannya.

Kalau dulu dia yang mencari uang, maka sekarang terbalik, uang yang mencari dia. Semua karena dia memahami akan kelebihan yang dia miliki. Bukankah sebenarnya tiap orang memiliki kelebihan? Bukankah tiap orang punya talenta atau bakat? Kenapa banyak orang mengkhianati bakatnya?

Nah, mulai hari ini Anda harus jujur mengakui kelebihan yang Anda miliki, kembangkan dan kembangkan hingga sampai pada titik yang optimal. Banyak orang mendadak kaya hanya karena dia mau dan mampu mengembangkan kelebihannya.

Oleh karena itu sebenarnya hidup ini tidak perlu dihadapi dengan pesimistis. Hidup sebenarnya selalu membuka berbagai kemungkinan. Hidup senantiasa memberikan harapan bagi siapa saja yang mau dan mampu mengembangkan kelebihannya.

HARIYANTO IMADHA

http://www.geocities.com/indodata/Hyt.html

MOTIVASI:

Membangun Mental Sukses

BAGAIMANA sih caranya sukses? Pertanyaan yang sederhana. Namun tidak semua orang bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Yang pasti, gagal ada sebabnya dan sukses ada caranya. Kebanyakan, sukses ditentukan oleh cara berpikir dan bertindak seseorang. Apabila cara berpikir dan bertindaknya benar, maka kesempatan untuk sukses bisa dijalaninya dengan baik.

Ada tiga syarat untuk sukses. Yaitu menyangkut masalah kesempatan, kemauan dan kemampuan. Pertama, seseorang harus melihat ada tidaknya peluang. Kalau ada seberapa besar peluang itu. Lantas, seberapa banyak pesaing untuk memperoleh dan memanfaatkan peluang itu. Semakin besar probabilitasnya, maka semakin besar memanfaatkan peluang itu. Misalnya, jumlah pelamar CPNS di kota A ada 5000 pelamar. Sedeangkan yang diterima hanya 50 orang. Maka nilai peluang Anda hanya 1 persen. Artinya, sangat kecil Anda bisa diterima sebagai CPNS. Anda ingin ikut kuyis SMS di televisi? Ingat, yang ikut puluhan juta orang. Jadi, kemungkinan Anda menang di bawah 1 persen. Tinggalkan cara berpikir yang nilai probabilitasnya di bawah 50 persen!

Kedua, perlunya kemauan. Kalau ada peluang yang probabilitasnya 50 persen atau lebih, maka Anda harus memiliki kemauan yang kuat. Tidak boleh putus asa. Misalnya, berbisnis di dunia internet terbuka sangat lebar mengingat jumlah pemakai internet di dunia ada miliaran orang. Artinya, peluang cukup besar. Oleh karena itu Anda harus mempunyai kemauan untuk mencari barang atau jasa apa yang mudah dijual lewat internet. Misalnya, buku, CD software, keramik, dan lain-lain.

Ketiga yaitu Anda harus memiliki kemampuan. Anda harus bisa mengukur diri Anda sendiri, mampu atau tidak untuk mewujudkan cita-cita Anda. Misalnya, Anda ingin jadi dokter, tetapi Anda lemah di matakuliah fisikia, kimia, matematika, biologi, maka kecil kemungkinan Anda bisa sukses. Tetapi kalau Anda memiliki kemampuan membuat website yang bagus, maka Anda bisa kembangkan untuk mengelola bisnis lewat internet.

Mental sukses yaitu mental yang dimiliki orang yang mampu mengukur dirinya sendiri terhadap adanya kesempatan, kemauan dan kemampuan.Lakukan hal-hal yang memang kesempatannya masih terbuka luas. Bangkitkan kemauan Anda untuk mewujudkan kesuksesan. Namun Anda harus memiliki kemampuan yang memadai untuk meraih kesuksesan itu.

Kemampuan di sini tidak hanya kemampuan otak, tetapi juga kemampuan dalam arti mental dan fisik. Juga kemampuan emosional. Tak kalah pentingnya yaitu kemampuan finansial. Juga kemampuan mengelola diri sendiri, orang lain dan mampu mengelola keuangan. Kemampuan di sini dalam arti yang luas. Termasuk juga kemampuan mengatur waktu atau jadwal, skala prioritas, mampu menyusun perencanaan yang baik. Juga mampu mengantisipasi resiko dan mencari alternatif solusi atas resiko itu.

Nah, siapkan mental Anda menjadi mental sukses!

 

HARIYANTO IMADHA

http://www.geocities.com/indodata/Hyt,html

 

MOTIVASI:

Tiap Orang Punya Kesempatan Sukses

 

HIDUP ini seperti permainan sepakbola. Tiap pemain punya kesempatan untuk memasukkan bola. Untuk itu memang harus mampu melihat peluang dan mengantisipasi datangnya peluang. Perlu kecepatan berpikir dan bertindak.

Orang yang tidak pernah mencoba untuk melangkah, maka sampai kapanpun tidak akan pernah melangkah. Namun untuk melangkah harus ditentukan dulu tujuannya. Tujuan itu harus dijabarkan dengan beberapa alternatif kemungkinan dan harus dipilih satu kemungkinan yang paling realistis.

Dengan kata lain, segala kemungkinan harus diperhitungkan. Oleh karena itu perlu menyusun plan A, plan B dan plan C. Artinya, jika rencana pertama gagal, maka harus dicoba rencana kedua. Rencana kedua gagal, harus dicoba rencana ketiga. Tentu, tanpa mengubah tujuan semula.

Ibarat pemain sepak bola. Anda harus berdiri di tempat tertentu dan mengandaikan dapat umpan bola, menendang bola tanpa ada pemain lain di depan Anda. Pengandaian ini perlu sebab itu merupakan langkah antisipasi.

Semua orang memang pernah gagal. Tetapi semua kegagalan itu pasti ada sebabnya. Cobalah Anda cari, kenapa Anda gagal? Tulis beberapa kemungkinan Anda gagal. Analisa satu persatu dan cari alternatif solusinya untuk langkah mendatang.

Misalnya, Anda membuat suatu produk yang menurut perkiraan Anda laku keras. Misalnya, pakaian muslim. Tetapi kenapa omzet penjualannya tak seperti yang Anda harapkan? Subutkan beberapa kemungkinan. Mungkin harganya mahal, mungkin warnanya kurang menarik. Mungkin bordirnya kurang kreatif. Mungkin motifnya itu-itu saja. Mungkin promosinya kurang. Mungkin daya beli masyarakat menurun.

Sukses adalah milik semua orang. Sukses ada caranya. Sukses ada syarat-syaratnya. Sukses bisa Anda capai kalau Anda mampu memenuhi syarat Tiga K. yaitu (K)esempatan,(K)emampuan dan (K)emauan. Artinya, manfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan itu harus Anda raih sesuai dengan kemampuan Anda. Ada kemauan untuk merealisasikan tujuan Anda.

Kesuksesan tidak akan datang dengan hanya berdoa, merenung atau meminta belas kasihan orang lain. Kesuksesan harus Anda raih dengan cara mencoba, mencoba dan mencoba. Jika gagal, coba lagi dengan cara yang lain. Selalau katakan di dalam pikiran Anda “Saya pasti bisa!”

 

 

Hariyanto Imadha

http://www.geocities.com/indodata/Hyt.html

 

 

MOTIVASI:

Membangun Sikap Optimisme

MENURUT berbagai berita, di Indonesia rata-rata ada satu juta orang melakukan bunuh diri per tahun. Sebuah angka yang besar. Pertanyaannya, kenapa itu terjadi? Karena mereka merasa tidak ada jalan lain, tidak ada alternatif lain atau tidak ada solusi lain. Mereka stres, frustrasi, depresi dan akhirnya nekat bunuh diri.

Ada cerita. Di Spanyol ada pengusaha sukses dan kaya raya. Namun, tahun berikutnya dia bangkrut dan jatuh miskin. Bahkan terlilit utang bank dan utang ke rekan-rekan bisnisnya. Dia stres, frustrasi, depresi dan akhirnya bunuh diri.

Keesokan harinya setelah dia dimakamkan, anaknya menemukan selembar kupon undian yang pernah dibeli oleh almarhum ayahnya. Ketika dicocokkan, ternyata kupon itu memenangkan hadiah sebesar Rp 100 miliar (nilai sekarang) atau lima kali jumlah kekayaan almarhum ayahnya sebelum meninggal. Coba, kalau dia tidak bunuh diri, tentu dia bisa melunasi semua utangnya dan bahkan tetap kaya.

Ada sebuah nasehat:”Janganlah kau mengambil keputusan apapun manakala kamu dalam keadaan stres, frustrasi atau depresi. Keputusan yang tepat yaitu menenangkan pikiran dulu. Sebab, keputusan yang diambil pada saat pikiran tenang adalah keputusan yang rasional. Sedangkan keputusan yang diambil pada saat panik adalah keputusan yang emosional yang seringkali justru merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain”.

Dengan kata lain, membangun sikap optimisme itu perlu walaupun dalam kondisi apapun. Bisakah Anda optimis dalam keadaan miskin? Bisa.Kenapa tidak? Yang penting kita harus membangun sikap optimisme. Caranya? Caranya mencoba, mencoba dan mencoba.

Ketika kampus saya akan mengadakan rekreasi ke Yogya, salah seorang peserta bernama Silvy menyatakan akan mengundurkan diri. Ketika saya tanya, apa alasannya? Dia menjawab, berdasarkan ramalan bintang dari majalah yang dibawanya mengatakan bahwa sebaiknya dia yang berbintang Cancer tidak usah melakukan perjalanan ke luar kota karena ada potensi terkena musibah.

Saya tanya, agamu apa? Silvy menjawab agamanya Islam. Saya tanya lagi, kamu percaya ramalan bintang yang dibuat manusia atau percaya kepada nasib dan takdir yang ditentukan Tuhan? Dia menjawab, lebih percaya Tuhan. Saya bilang, kalau begitu kamu tetap ikut rekreasi ke Yogyakarta. Toh kamu belum pernah lihat Borobudur, Prambanan, Kraton, Pantai Parangtritis, bukan? Akhirnya, Silvy jadi mengikuti rekresai ke Yogyakarta. Justru, di kota gudeg itu Silvy menemukan pacar yang hingga sekarang menjadi suaminya yang setia.

Dalam keadaan apapun kita harus opyimis. Tidak punya uang? Pacar direbut orang? Rumah hancur kena gempa bumi? Terkena penyakit yang sulit disembuhkan? Punya utang yang sulit terlunasi? Semua harus dihadapi dengan optimis.

Kalau Anda tidak bisa memecahkan masalah, kenapa tidak curhat ke teman Anda? Cobalah diskusikan masalah Anda dengan orang lain. Pelajari pendapat dan nasehat-nasehatnya.

Dulu, saya pernah menulis surat pembaca dan mengusulkan agar pemerintah membuka universitas terbuka. Lalu ditanggapi dengan sinis dan pesimis oleh dosen saya yang lulusan Amerika. Katanya, Indonesia belum siap menghadapi universitas terbuka karena SDM-nya belum mendukung. Kenyataannya, sekitar dua atau tiga tahun kemudian pemerintah membuka universitas terbuka yang kualitasnya diakui dunia.

Ketika saya menulis surat pembaca, mengusulkan pengindonesiaan gelar sarjana, maka dosen-dosen saya memberikan komentar sinis. Katanya, gelar itu bersifat internasional dan tidak mungkin diindonesiakan. Kenyataannya, dua tiga tahun kemudian ada SK Mendikbud yang mengatur tentang gelar-gelar Indonesia yang sampai sekarang masih berlaku.

Dale Carnegie pernah mengatakan:” Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang dia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda”

MOTIVASI:

“Kalau Anda tidak pernah mencoba melangkah, maka sampai kapanpun Anda tidak akan pernah melangkah. Artinya, semua kesulitan, pasti ada alternatif solusinya.”

Hariyanto Imadha

E-mail:indodata@yahoo.com

MOTIVASI:

Hidup adalah Perbuatan

ataukah Hidup adalah Perubahan?

 

BOJONEGORO, Jawa Timur, boleh dikatakan merupakan kota kecil. Jumlah masyarakat miskin masih banyak. Walaupun mendapat sebutan Kota Minyak, namun yang melarat masih sak abreg-abreg. Siapapun yang jadi presiden, mereka tetap hidup menjadi kere.

Di dekat rumah saya ada pangkalan becak. Jumlahnya sekitar sepuluh pengemudi becak. Ada dua orang langganan saya, yaitu Pak Asmuji dan Pak Bimbim. Ketika saya tanya soal motivasi hidupnya, Pak Asmuji mengatakan bahwa hidup adalah perubahan. Sedangkan Pak Bimbim menjawab hidup adalah perbuatan. Mirip motto yang dikumandangkan Soetrisno Bachir yang beberapa waktu lalu ditayangkan di televisi.

Penghasilan mereka berdua rata-rata Rp 20.000 per hari. Setelah dikurangi biaya makan siang, kopi dan rokok satu dua batang, maka sisanya tinggal Rp 14.000. Jumlah inilah yang disetor ke istri masing-masing. Sudah tiga tahun mereka menarik becak, namun hidupnya tidak berubah.

Tahun ketiga, Pak Asmuji mulai menjabarkan motivasi hidup adalah perubahan. Tiap hari dia menabung Rp 1.000, sedangkan yang disetor ke istrinya Rp 13.000 per hari. Ini angka rata-rata.

Setahun kemudian, atau 360 hari kemudian, Pak Asmuji memiliki uang tabungan Rp 360.000. Untuk apa? Ternyata dia mengambil kursus mengemudi mobil. Selesai mengikuti kursus, dia mendapatkan SIM.

Dengan modal SIM itu dia melamar sebagai sopir angkot dan diterima. Kesempatan itu digunakan untuk menguasai cara mengemudikan angkot. Hari demi hari dia jalani secara hati-hati. Profesinya sebagai tukang becak sudah ditinggalkan.

Sebagai sopir angkotpun pendapatannya meningkat. Tiap hari dia menabung Rp 5.000. Dalam setahun terkumpul Rp 1.800.000. Uang itu digunakan untuk kursus mobil untuk mendapatkan SIM untuk mengemudi bus dan untuk biaya kursus montir mobil.

Lantas? Setelah mendapat SIM, dia pergi ke Semarang melamar sebagai sopir bus dan diterima. Tiap hari dia menabung Rp 10.000. Untuk apa? Dia menyempatkan kursus bahasa Inggeris.

Setahun kemudian dia pindah ke Jakarta. Dia melamar sebagai sopir pribadi di kedutaan Amerika. Dia menabung Rp 25.000 untuk mendapatkan SIM internasional dan kursus bahasa Arab.

Setahun kemudian dia melamar sebagai sopir taksi di Saudi Arabia dan diterima. Lima tahun kemudian dia kembali ke Jakarta. Membeli rumah mewah dan sebuah ruko untuk membuka bengkel mobil.

Istri dan anak-anaknya diboyong ke Jakarta. Pak Asmuji yang dulu nggenjot becak, sekarang telah hidup enak dan memiliki sebuah rumah mewah dan bengkel mobil yang omsetnya ratusan juta rupiah tiap bulan. Lokasinya di Kompleks Perumahan Cibubur Country, Timur Jakarta.

Sementara itu, Pak Bimbim yang punya motivasi hidup adalah perbuatan, sampai hari ini masih tetap sebagai pengemudi becak.

 

MOTIVASI:

Berapapun penghasilan Anda, Anda harus bisa menabung (berapapun besar tabaungan Anda).

 

 

HARIYANTOI IMADHA

E-mail:indodata@yahoo.com

 


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: