Oleh: elanvital2009 | Mei 30, 2011

MOTIVASI: Mengubah Stress Menjadi Motivasi

STRESS. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Stress, merupakan tekanan psikologis yang terasa sangat berat. Semua rasa: gundah, cemas, sedih, takut, galau, khawatir, tidak percaya, kurang pede dan lain-lain. Menumpuk jadi satu. Seperti benang ruwet.

Contoh

Si A seorang wiraswastawan muda yang baru saja membuka usaha di bidang furniture hasil kreativitasnya sendiri. Untuk promosi, dia memasang iklan di website miliknya sendiri. Semula, dia berharap dapat order sedang-sedang saja.

Namun, di luar dugaan, dia dapat order cukup besar. bahkan uang muka juga sudah diterima. Stresspun datang karena dia merasakan order yang begitu besar justru merupakan tekanan psikologis. Sangat banyak yang harus dikerjakan, mulai dari menyediakan bahan baku yang memadai, SDM dalam jumlah yang memadai dan peralatan yang memadai. Ada rasa khawatir target pembuatan tak tercapai. Takut mengecewakan konsumen dan sejuta rasa lainnya.

Bagaimana cara menanggulangi rasa stress seperti itu?

Untunglah Si A mau tukar pikiran atau diskusi dengan teman-temannya. Hasilnya, dia dapat masukan-masukan sangat berharga dari teeman-temannya. Diapun sudah punya bayangan tentang langkah-langkah yang harus diambil. Diapun tahu resiko apa saja yang akan dialaminya apabila dia sukses maupun kalau gagal. Bahkan dia juga akan mengikuti nasehat temannya agar rasa stress bisa diubah menjadi motivasi.

Langkah-langkah mengubah stress menjadi motivasi

Berdasarkan hal-hal tersebut di attas, maka ada beberapa langkah untuk mengubah stress menjadi motivasi.

1.Mau tukar pikiran atau diskusi dengan teman terdekat atau orang lain yang bisa dipercaya tentang masalah yang dihadapi.

2.Saran dari orang lain akan merupakan sugesti yang sangat bermanfaat.

3.Berpandangan positif

4.Santai tapi realistis

5.Tetap melakukan pekerjaan secara bertahap sesuai dengan urutan dan skala prioritas.

6.Menjadikan rasa stress sebagai sebuah tantangan

7.Menanamkan keyakinan bahwa kita “bisa” dan “pasti bisa”.

8.Apakah rasa stress sudah hilang? Belum sepenuhnya.Belum 100%. Meskipun demikian, di tengah-tengah rasa stress, tetap harus berbuat. Jangan berdiam diri.

9.Menyelesaikan proses mencapai tujuan dengan motivasi “bisa” dan “pasti bisa”

10.Sesudah tujuan tercapai, maka rasa stress akan hilang dengan sendirinya.

Jadi, rasa stress harus diimbangi dengan perbuatan-perbuatan yang positif. Soal tujuan tercapai atau tidak tercapai, itu masalah lain. Yang penting, tahapan stress harus sampai kke titik akhir. Yang penting, dalam keadaan stress, kita tetap harus tetap berbuat dan optimis.

Semoga bermanfaat

Sumber foto: gudanghikmat.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: