Oleh: elanvital2009 | Mei 30, 2011

TIPS: Tips Menghindari Bisnis Tipu-tipu

 

BISNIS tipu-tipu bukan hal yang baru. Namun, masih saja korban berjatuhan, padahal mereka bergelar S1, S2 atau S3. Bahkan sampai hari inipun, masih banyak bisnis tipu-tipu. Modus operandinya juga bermacam-macam. Selama saya tinggal 25 tahun lebih di Jabodetabek, tentu saya melihat sendiri ratusan macam bisnis tipu-tipu. Antara lain seperti di bawah ini.

1.Lowongan yang menipu

Diiklan koran terkenal, ada iklan lowongan kerja untuk sarjana lulusan apa saja. Katakan dibuka oleh PT XYZ. Ribuan sarjana datang. Sampai di PT XYZ, harus membeli Formulir lamaran Kerja (asli) seharga Rp 25.000. Setelah menyerahkan formulir, dikenakan biaya tes Rp 50.000. Sesudah mengikuti tes, maka satu dua hari kemudian di papan pengumuman ada pengumuman siapa saja yang lulus tes. Yang lulus wajib ikut wawancara. Kali ini gratis. Dalam wawancara, si pelamar di suruh memilih jabatan. Pertama: Manajer, kedua: Asisten Manajer dan ketiga: Koordinator.Syarat: Untuk manajer, harus menyerahkan uang jaminan Rp 25 juta. Asisten Manajer Rp 10 juta dan untuk Koordinator Rp 5 juta. Setelah membayar, lantas diberi tugas: Manajer, harus cari orang yang mau investor yang mau menaruh saham di PT tersebut sebesar 25ribu USD, untuk Asisten manajer 10ribu USD dan untuk Koordinator 5ribu USD. Jika tiga bulan gagal, maka uang jaminannya dinyatakan hilang. Sebelum dibubarkan polisi, perusahaan telah bubar dan kabur sambil membawa uang milyaran rupiah.

2.Kredit emas batangan

Modusnya sama dengan di atas. Cuma, peserta langsung training dan dapat suguhan roti dan minuman ringan. Buntut-buntutnya pencari kerja diterima dan dapat tugas mencari calon pembeli. Caranya, emas batangan dibayar kredit dan akan dapat tanda terima. Setelah lunas, baru akan menerima emas batangan yang harganya sekitar Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 75 juta dan Rp 100 juta. Buntutnya, ketika masa kredit berakhir, perusahaannya tutup dan kabur.

3.Berkedok real estate

Mengadakan pameran tunggal lengkap dengan maket. Boleh KPR dgn syarat cuma fotokopi KTP, KK dan slip gaji. Boleh pilih tipe rumah. Menandatangani perjanjian (palsu).  Jangan heran, satu rumah bisa ditawarkan ke banyak pembeli. Setelah dapat uang puluhan milyar, mereka kabur.

4.Training wiraswastawan sukses

Dengan iklan gencar di radio, mereka menawarkan training wiraswasta dengan jaminan sukses. Jaminan sukses dan bimbingan konsultan bisnis inilah yang mengakibatkan orang ramai-ramai mengikuti training dengan biaya Rp 300rb untuk sebuah training selama lima jam. Ujung-ujungnya disuruh membuka agen penjualan tiket pesawat udara jurusan Amerika dan Eropa dan harus membayar franchise/waralaba sekitar Rp 100 juta dan biaya-biaya lain.

5.Pura-pura mengadakan arisan lebaran

Mereka membuka usaha dengan cara mengontrak rumah atau ruko. Lantas menyebarkan brosur tentang arisan lebaran yang berhadiah TV, kulkas, VCD, dan hadiah-hadiah lain yang menarik. Tahun pertama memang lancar-lancar saja karena tujuannya unttuk menanamkan kepercayaan. Tahun kedua setoran atisan harus lebih besar karena hadiahnya juga menarik. Antara lain motor. Nah, akhirnya, setelah dapat uang milyaran rupiah, merekapun kabur.

Kasus nyata

Betapa banyak nasabah Bank Century yang gampang dibohongi supaya mereka memindahkan uangnya ke  produk reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas dengan alasan bunganya lebih tinggi tanpa mau mempelajari tterlebih dulu. Korbannya ribuan orang dengan total ratusan milyar dan bahkan triliunan rupiah.

Bagaimana cara menghindari supaya tak menjadi koorban biisnis tipu-tipuan?

Antara lain:

1.Mempelajari dengan cermat bisnis atau informasi yang ditawarkan

2.Diskusikan dengan sahabat-sahabat Anda

3.Jika Anda harus menanam saham tanpa dia punya jaminan atau garansi apapun, lebih baik Anda harus curiga.Jangan tertarik hadiah-hadiah,keuntungan tinggi, jabatan yang baik dan semacamnya.

4.Cari informasi apakah perusahaannya legal atau tidak legal.Lebih baik memiliih perusahaan/lembaga yang sudah terkenal.

5.Untuk kerjasama bisnis, sebaiknya ada perjanjian tertulis di depan notaris.

 

Semoga bermanfaat

Sumber gambar: dydunia.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: