Oleh: elanvital2009 | Agustus 14, 2011

TIPS: 99% Pengendara Motor Tergolong Lalai

PALING tidak, hampir tiap hari saya melihat orang menuntun sepeda motornya di jalan-jalan. Tentu, mereka mencari tukang tambal ban terdekat. Itu merupakan contoh bahwa orang Indonesia memang suka mengabaikan hal-hal tertentu yang sebenarnya sangat penting.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Jabodetabek atau kota lain kita kenal adanya “ranjau paku” yang disebarkn oleh oknum tukang tambal ban. Tujuannya, supaya para korban menambal ban di tempatnya. Kesalahan para pengendara motor yaitu, mereka mencari tambal ban terdekat dari tempat kejadian.

Kalau pengendara motor tidak cermat, maka tanpa sepengetahuan pengendara motor, maka tukang tambal ban akan menambah jumlah lubang ketika ban dalam diperiksa dan dicelupkan di air yang ada di ember. Maklum, satu lubang tarifnya antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000.Bayangkan!

Rata-rata tukang ban itu pintar. Sebelum ditambal, dia bilang dulu ke pengendra motor tentang jumlah lubang di ban motornya. Kalau pengendara motor merasa biaya itu mahal atau uangnya tidak cukup, maka resikonya pengendara motor harus mendorong motornya sampai ke rumah. Tidak mungkin dilakukan kecuali rumahnya dekat. Terpaksa, motor ditinggal di tambal ban dan pengendara motor pulang ke rumah untuk mengambil uang.

Solusi:

Untuk menghindarkan kejadian yang sangat menganggu itu ada dua cara.

1.Ganti ban motor dengan ban “tubeless” (harganya mahal dan juga tidak merupakan jaminan aman).

2.Beli pompa injak yang dilengkapi meter pengukur tekanan udara. Harganya sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 tergantung merk.

3.Begitu ban Anda bocor, langsung saja Anda pompa. Tidak perlu banyak tenaga. Anak kecilpun bisa melakukannya. Sesudah ban Anda keras, Anda bis melanjutkan perjalananan dengan resiko tiap 300 meter harus Anda pompa lagi. Tidak apa-apa, ini lebih bagus daripada harus menuntun. Jika bagasi Anda tidak cukup menyimpan pompa ini, simpan di tas kecil atau kantong khusus peralatan.

4.Cari tukang tambal ban langganan Anda atau yang bisa Anda percaya (jangan memakai tukang ban yang pertama kali Anda jumpai).

5.Perhatikan baik-baik saat tukang ban mencelupkan ban ke air di ember. Jika airnya keruh, coba beranikan diri Anda untuk mencek isi ember itu. Mungkin ada paku di dalam ember.

6.Jika tukang tambal mengenakan cincin, cermati cincinnya. Biasanya dilengkapi paku kecil yang dilas dicicincinnya. Gunanya, untuk membuat lubang tambahan.

Nah! Jangan sampai Anda lalai lagi.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: