Oleh: elanvital2009 | Desember 29, 2011

KREATIVITAS: Pengalaman Mengendarai Motor Tiga Roda Modif

BOSAN mengendarai motor dua roda (moduro), sebab sebentar-sebentar kaki harus turun. Lampu merah, putar balik, jalan macet, jalan pelan, berhenti, kedua kaki harus turun. Sayapun punya keinginan memodif moduro saya menjadi motor tiga roda (motiro)

Perlu latihan

Banyak yang mengira bahwa untuk mengendarai motiro itu mudah. Tidak perlu latihan. padahal, mengendarai moduro dan motiro jelas ada perbedaannya,

Berat untuk membelok

Motiro, cukup berat untuk menggerakkan setir/setang untuk membelok ke kiri ataupun ke kanan. Jika kecepatannya tterlalu tinggi, pengemudi bisa terpelanting atau motornya akan belok dengan putaran terlalu besar sehingga bisa saja membahayakan kendaraan diri sendiri atau kendaraan orang lain. Oleh karena itu, untuk belok, harus berjalan pelan-pelan saja.

Dipaksa membelok

Jika kita mengendarai motiro di jalan yang tidak rata, maka kita akan dipaksa motor untuk membelok padahal kita tidak ingin membelok. Misalnya, jalan sebelah kiri lebih rendah, maka tiba-tiba kita dipaksa membelok ke kiri. Sebaliknya kalau jalan sebelah kanan lebih rendah, maka kita dipaksa untuk membelok ke kanan. Oleh karena itu, di jalan yang tidak rata, lebih baik menggunakan kecepatan rendah saja.

Jalan berpasir

Begitu pula jika melewati jalan berpasir, jika berjalan terlalu cepat bisa tergelincir (sama dengan moduro). Oleh karena itu perlu menggunakan kecepatan rendah saja.

Berat

Mendorong motiro tentu lebih berat dibandingkan mendorong moduro.

Polisi tidur

Jika melewati polisi tidur, harus berjalan pelan. Jika tidak, bisa terpental dan terasa sakit di badan. Jadi, solusinya tetap berjalan sangat pelan dan hati-hati.

Sulit mencari tempat parkir

Untuk tempat parkir tertentu (tidak semuanya), pemilik motiro akan mengalami kesulitan untuk keluar masuk tempat parkir. Oleh karena itu perlu mencari tempat parkir di tempat lain. Misalnya di tempat parkir di ruko seberang jalan, di halaman parkir hotel terdekat dan lain-lain.

Cukup berjalan pelan saja

Karena motiro didesain untuk motor santai, maka kecepatan tercepat yang direkomendasikan yaitu 50 km/jam. Dan kalau mau aman, cukup berjalan pelan-pelan dan bersikap hati-hati. Harus mengenal betul kondisi jalan.

Kesimpulan

Jadi, terasa nikmat mengendarai motiro jika digunakan secara santai, pelan-pelan dan menikmati perjalanan.Lampu merah, putar balik, jalan macet, jalan pelan, berhenti, jalan banjir tidak perlu lagi kedua kaki harus turun. Nyaman sekali.

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

 

 


Responses

  1. cocook buat ibu rumah tangga ….pergi kepasar


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: