Oleh: elanvital2009 | Juli 26, 2012

TIP : Cara Mengendarai Motor Tiga Roda

ADA anggapan bahwa mengendarai motor tiga roda sama saja dengan mengendarai motor dua roda. Akibatnya, satu dua kali penulis menerima SMS dari pemilik motor tiga roda yang baru mencoba motornya pada hari pertama. Mereka ada yang kecemplung kali, menabrak pagar atau kecelakaan lainnya. Kenapa/ naca hal-hal berikut di bawah ini.

A.Berbeda

Betapapun juga mengendari motor tiga roda dan motor dua roda berbeda. Yang pasti, mengendarai motor tiga roda perlu latihan dan perlu mengetahui cara mengendarainya dengan baik dan benar.

B.Beberapa hal yang perlu diperhatikan

1.Hold Left (Tangan kiri memegang stang dalam posisi menahan/mendorong)

Kenapa? Sebab, rata-rata jalan sebelah kiri lebih rendah. Jika, sewaktu-waktu ada jalan di sebelah kiri mendadak lebih rendah lagi dan posisi tangan tidak menahan/mendorong, maka motor akan dipaksa belok kiri secara mendadak. Inilah yang menyebabkan kecelakaan. Namun jika tangan kiri selalu dalam posisi menahan/mendorong, maka motor tetap berjalan ke depan secara stabil.

2.Avoid Hole (Mewaspadai lubang yang tiba-tiba ada di depan motor)

Bukan tak mungkin, ada jalan yang semula mulus, tiba-tiba di depan ada lubang yang cukup besar dan dalam, maka yang harus dilakukan yaitu merem baik rem tangan maupun rem kaki. Kedua tangan harus kuat menahan stang. Jika tidak, pwengemudi bisa terpelanting dari motornya.

3.Bumps Caution (Menghadapi polisi tidur pendek yang jumlahnya banyak)

Kalau menghadapi polisi tidur yang tinggi, pasti otomatis harus berjalan pelan. Apalagi, banyak polisi tidur yang warnanya sama dengan warna aspal dan tidak terdeteksi mata. Jangan sekali-kali mengendarai motor secara kencang ketika melewati polisi tidur rendah yang jumlahnya banyak, karena motor bisa berputar ke kiri atau ke kanan dan ini membahayakan. jalan pelan-pelan saja.

4.Uneven Road (Jalan berlubang atau tidak rata)

Tidak ada pilihan lain berjalan pelan-pelan saja. Usahakan jangan sampai roda depan atau roda belakang masuk ke lubang.

5.(Turn Left And Right) Cara membelok

Berbahaya jika membelok dengan kecepatan tinggi. Cukup kecepatan 20 km per jam. Tangan kiri tetap dalam posisi menahan/mendorong. Tangan kanan memegang kuat-kuat stang kanan.

6. Daily Train (Perlu latihan)

Memang, semua di atas perlu latihan. Hari pertama kecepatan cukup 20 km- 30 km perjam. Hari kedua sekitar 30 km-40 km perjam. Hari ketiga sekitar 40 km-50 km perjam.

7.Maximum Speed (Kecepatan maksimal)

Kecepatan maksimal (dengan syarat jalan halus dan bagus) tergantung jarak antara dua ban belakang (bagian luar).

a.Jarak 70 cm kecepatan maksimal  60 km perjam dan kecepatan aman 50 km per jam

b.Jarak 80 cm kecepatan maksimal  70 km per jam dan kecepatan aman 60 km per jam

c.Jarak 90 cm kecepatan maksimal 80 km per jam dan kecepatan aman 70km per jam

d.Jarak 100 cm kecepatan maksimal 90 km per jam dan kecepatan aman 80 km per jam

Meskipun demikian, disarankan gunakan kecepatan maksimal 50 km per jam.

8.Uphill  Road (Jalan menanjak)

Usahakan jalan menanjak secara pelan-pelan. Idealnya tidak ada yang membonceng.  Sejak awal gunakan gigi dua atau tiga. Jangan berganti-ganti gigi saat menanjak karena bisa menyebabkan gigi rusak atau rantai putus.

9.Check and Recheck (Selalu mencek kondisi motor)

Sebelum menggunakan motor tiga roda, selalu cek kondisi motor, terutama keefektifan rem, baik rem tangan maupun rem kaki.

10.Chain Oil (Minyak rantai)

Jangan lupa, seminggu sekali untuk meneteskan atau menyemprotkan rem ke rantai agar rantai tidak terlalu panas, aus dan cepat rusak atau patah.

Catatan

Tak kalah pentingnya, bawa peralatan selengkap mungkin. Jika perlu termasuk pompa injak yang bentuknya kecil. Ada baiknya juga membawa rantai cadangan. Juga, alat tambal-menambal ban atau membawa ban dalam cadangan. Tentu, harus tersedia alat pembuka ban. Tak kalah pentingnya membawa kotak PPPK (kotak obat-obatan) ukuran mini dengan isi seperlunya (obat merah, kapas, plester,perban).

Selamat menikmati motor tiga roda.

Hariyanto Imadha
Pecinta Motor Tiga Roda

Responses

  1. Ini juga perlu diwaspadai cara penggunaannya nanti bisa2 nyungsep ke sawah

  2. Apakah cara pake nya sama kayak motor kopling lain? Minta penjelasan detail cara mengendarai nya dong gimana.


Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori